Our story

Sharing is Love. This is What We Do.

The world, and in particular the Southeast Asian region, is today a very different place than it was the time of Enviro Tec’s inception in 1972. The practice was founded by Chew Tai Eng and Mun Chaing Lu. It was one of modern Singapore’s pioneering architectural firms, helping to forge the shape of the metropolis after independence.

The practice also worked regionally. Its first overseas project (in 1972) was the International Convention Hall in Jakarta, Indonesia commissioned by PT. First Realty International Corp. It was one of the largest architectural projects in the city at that time, defining a new paradigm in Indonesian architecture with its wide-span tensile roof and earthquake-resistant ring structure.

Yet another milestone came in 1978 with the preparation of a feasibility study and master plan for a US$200 million multifarious development project on 60 hectares of land in Riyadh, Saudi Arabia. This pushed the boundaries of the practice for architectural exploration at a huge scale.

With an increasing number of commissions and several major projects in Indonesia, a wholly owned representative office was established in Jakarta in 1992, allowing Enviro Tec to bring its expertise closer to local investors.

The new millennium brought a new era for Enviro Tec with the addition of Chew’s daughter Ming Zhou (an architecture graduate who studied in Australia) at the Jakarta office in 2005. Building on Enviro Tec’s strong foothold in Indonesia, the dynamic ‘father-daughter’ duo has transformed the firm into a multidisciplinary architectural design practice focusing on crafting projects through services in spatial branding, feasibility studies, master planning, interior architecture, and architecture.

In Indonesia, Enviro Tec has undertaken reputable projects such as Shangri-La Residences in Jakarta, Padma Hotel in Bandung, interior architecture for UOB Plaza (Office tower common spaces and Client’s office) and recently the development of Sahid Kuta Lifestyle Resort comprised of the Sheraton Bali Kuta Resort and the lifestyle mall Beachwalk in Bali.

Enviro Tec has been published in magazines including SIAJ, SKALA+,Indonesian Design and Hello Bali, and online with Archilovers, Dezeen, the Sheraton website and others. In 2005 and 2007, Enviro Tec design was voted one of the top ten architectural firms in Indonesia by BCI Asia. In 2013, Enviro Tec was shortlisted in the prestigious international Inside Awards as part of the World Architecture Festival (WAF) for Beachwalk Bali (Shopping Centre category). In addition, in 2015, Beachwalk Bali was once again the 3 Top Finalists for Architizer Awards A+A (Architecture Mall Category). 

“Satu momen yang terukir di bumi Batavia, Indonesia” – Enviro Tec

Sebuah konsultan desain arsitektur dari Singapura yang memilih berlokasi di Indonesia sejak tahun 1990 tentu bukan hal yang biasa terjadi. Pemahaman mengenai isu-isu kontekstual lokal Indonesia dan mengubahnya menjadi satu bahasa arsitektur baru tidaklah mungkin dicapai dalam waktu singkat.

Enviro Tec menapakkan kaki di dunia arsitektur yang berkembang pesat di Indonesia selama lebih dari 40 tahun dan menarik berbagai pengembang untuk melibatkan Enviro Tec sebagai konsultan utama arsitektur dan interior untuk bermacam-macam proyek yang berkesinambungan selama bertahun-tahun.

Proyek pertama di Indonesia pada tahun 1972 yang dimenangkan melalui kompetisi adalah International Convention Hall di Jakarta, Indonesia, dengan pemberi tugas PT. Pertama Realty International Corp. Dibutuhkan perencanaan yang cepat untuk menuntaskan desain dan pembangunan multi purpose hall ini dalam waktu 20 bulan. Selain fasilitas yang komprehensif untuk ruang konferensi 

berkapasitas 5.000 orang, bangunan ini juga dilengkapi fasilitas untuk pertunjukan film, live shows, dan ruang olahraga tertutup.

Pembukaan Konferensi PATA ke 23 yang diadakan di tempat ini pada bulan April 1974 menjadikannya fasilitas konvensi terkemuka di kawasan ini. Adanya kolaborasi silang dengan kontraktor Amerika dalam menciptakan desain struktural memberikan keuntungan penerapan teknologi canggih dengan bentuk atap lengkung bundar berkonstruksi gantung bebas (a free suspended round shaped roof).

Selama bertahun-tahun beberapa proyek penting yang jarang pada masa itu di Indonesia, ditugaskan kepada Enviro Tec. Antara lain sebagai konsultan arsitektur untuk kompleks olahraga di Kelapa Gading Permai, Jakarta, pada tahun 1983, juga untuk salah satu kompleks belanja terbesar, taman rekreasi dan budaya di Taman Hiburan Rakyat, Surabaya pada tahun 1984, dan master planner Kelapa Gading Town Centre seluas 11 hektar di Jakarta pada tahun 1984.

Pada tahun 1994, Enviro Tec memenangkan kompetisi desain skema perencanaan kota inovatif yang dikenal sebagai “Grand Kuningan” dan saat ini dikenal sebagai “Mega Kuningan”. Proyek ini dikembangkan bersama oleh anak perusahaan pemerintah, PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan perusahaan swasta, PT. Abadi Guna Papan. Pembangunan terintegrasi ini berangkat dari pengembangan real estate yang terdiri dari perumahan, kawasan komersial dan belanja yang kemudian direncanakan secara strategis untuk menjadi simpul pusat Jakarta. Ide segar untuk menjadi townpark yang pertama di Jakarta adalah desain unik yang disarankan oleh Enviro Tec dengan jalur pejalan kaki di tepian lansekap green lung belts yang didesain oleh Amerika Sazaki & Associates.

Dengan pengalaman luas dalam proyek-proyek skala urban, pengalaman Enviro Tec dalam menerjemahkan fungsi dan perencanaan tata ruang ekonomis untuk desain mal mulai menjadi sorotan dalam arsitektur Indonesia.

Pada tahun 2009, Enviro Tec ditugaskan oleh PT. Indonesia Paradise Island mengerjakan proyek di Bali, yaitu Sahid Kuta Lifestyle Resort atau dikenal sebagai Beachwalk dengan fungsi

mixed development dari Sheraton Resort Hotel dengan lifestyle mall. Berangkat dari tipologi mal konvensional, Enviro Tec melawan pemikiran umum di Indonesia dengan penggunaan AC sebagai satu-satunya pilihan pengudaraan di banyak mal di perkotaan.

Beachwalk digagas sebagai lifestyle hub yang dekat dengan alam dengan banyak area publik yang memiliki pengudaraan alami. Bangunan yang memiliki banyak ruang terbuka hijau ini ibarat oasis lingkungan yang menyegarkan sehingga menjadi salah satu destinasi favorit perbelanjaan dan rekreasi baik penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara dalam hiruk pikuknya Kuta Bali.

Tantangan untuk menyelesaikan penerapan desain arsitektur dalam Beachwalk bisa dibuktikan oleh industri konstruksi Indonesia di area seluas 114.000 meter persegi ini.

Desain Enviro Tec pernah terpilih pada tahun 2005 & 2007 sebagai salah satu dari 10 perusahaan arsitektur terbaik di Indonesia oleh BCI Asia. Pada 2013, Enviro Tec dinominasikan untuk penghargaan bergengsi desain internasional yaitu Inside Awards yang merupakan bagian dari World Architecture Festival (WAF) untuk proyek Beachwalk Bali untuk kategori pusat perbelanjaan.

Philosophy

Our Mission

Passion.Commitment.Artistry

A common thread tying together the firm’s diverse projects is a strong sense of belief in the evolutionary nature of the design process, and the necessity to engage with existing culture and history. Working against the blind importation of architectural styles, Enviro Tec draws inspiration from existing site specificities, local conditions, and local craft and trades, which become a main design driver. The firm is able to encompass a melange of tactile materials, details, forms, and design languages in its projects, which colours its work with unique shades.

Innovation is always essential characteristics of Enviro Tec’s output. A healthy dialogue with clients and a professional attitude to management ensures that client’s needs are met without undermining the firm’s guiding principles. After all, building intelligently towards an engaging and sustainable environment is a collective effort.